Salah satu kamu mendefinisikan kecanduan sebagai penyerahan diri kepada sesuatu yang dilakukan karena kebiasaan. Siang dan malam para pencandu entah itu pencandu alkohol, obat-obatan terlarang atau yang lainnya dikuasai oleh keinginan yang kuat, pikirannya hanya dipenuhi hal itu. Pencandu ini akan berbuat apa saja untuk dapat memenuhi keinginannya, termasuk kejahatan, hawa nafsu dan kekerasan. Yang awalnya dianggap sebagai penopang hidupnya kini menjadi jerat yang sulit untuk dilepaskan, rantai yang menarik semakin ketat sampai menuntut segala sesuatu, termasuk nyawa itu sendiri. Orang-orang yang menjadi pencandu seperti ini tidak menaruh minat kepada pekerjaan Tuhan. Mereka merasa telah mendapatkan penganti kebenaran dalam hidup mereka, telah menumpulkan dan mematikan hati nuraninya. Dan Hanya Allah saja yang dapat mengubahkannya dan itu perlu penyerahan total kepada Allah.
Saat ini yang yang telah menjadi candu dalam hidup kita, handphone, game online, belanja online atau apa saja yang sudah menjadi kebiasaan dan sulit dilepaskan artinya kita sudah ada didalam tahap kecanduan. Segeralah untuk sadar diri dan datang kepada Tuhan untuk bertobat, jika tidak demikian kita akan terjerumus semakin dalam dan terikat semakin ketat. Serahkan sepenuhnya hidup kita kepada Tuhan, sehingga Ia mengubah hidup kita dari kecanduan hal-hal dunia kepada hal-hal yang bersifat kekal.
Tidakkah Saudara sadar bahwa Saudara dapat memilih siapa yang ingin Saudara pertuan? Saudara dapat memilih dosa (dengan kematian) atau ketaatan (dengan pembebasan). Kalau Saudara menyerahkan diri kepada seseorang, maka orang itu akan memiliki Saudara dan menjadi tuan Saudara dan Saudara akan menjadi hambanya.
Roma 6:16 (FAYH)

Komentar
Posting Komentar